Ayah dan keteladanan

 




Ayah dan keteladanan


Betapa indahnya hidup menjadikan Allah sebagai sentral kehidupan. Dan menjadikan nabi-Nya sebagai sumber inspiratif aplikatif dalam menjalani keseharian. 


Kali ini kita akan menggali secara mendalam bagaimana Rasulullah  memberikan keteladanan dalam peran sebagai ayah.


Berikut beberapa kisah inspiratif yang akan kita telaah.


Hadits pertama

‎إنَّما أنا لكم بمَنزِلةِ الوالِدِ، أُعلِّمُكم، فإذا أتى أحَدُكمُ الغائِطَ فلا يَستَقبِلِ القِبلةَ ولا يَستَدبِرْها، ولا يَستَطِبْ بيَمينِه، وكان يأمُرُ بثَلاثةِ أحجارٍ، ويَنهى عنِ الرَّوْثِ والرِّمَّةِ.

‎الراوي : أبو هريرة | المحدث : أبو داود | المصدر :سنن أبي داود | الصفحة أو الرقم : 8 


Hadits ini menjelaskan etika dalam bersuci (thoharoh). Maka secara logika materi ini dikategorikan dalam fikih ibadah. Namun, ternyata lantas hadits ini dimasukkan kategori dalam fikih siroh (sejarah). Mengapa ?


Ternyata, hadits ini menggambarkan bahwa Rasulullah meski status sosialnya tinggi, sebagai nabi, pemimpin pada masa itu. Beliau memilih diksi prolog dengan kalimat  أنا لكم بمَنزِلةِ الوالِدِ yang berarti, "saya ini buat kalian seperti ayah." 

Seolah Rasul berkata "jangan sungkan bahkan untuk membahas bab bersuci sekalipun, anggap Saya ini ayah kalian" 


Pendekatan parenting adalah cara yang Rasulullah pilih. Positif fatherhood, berarti memberi teladan, bukan berkuasa. Maka meskipun Rasulullah dalam kapasitas sebagai sumber syari'at, beliau justru menampakan sisi ke-ayah-annya bagi ummatnya. 


Maka, satu hal yang dapat kita highlight, betapa Rasullah sangat memperhatikan pemilihan diksi dalam berkata.


Hadits kedua

‎إنِّي لَأَقُومُ إلى الصَّلَاةِ وأَنَا أُرِيدُ أنْ أُطَوِّلَ فِيهَا، فأسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فأتَجَوَّزُ في صَلَاتي كَرَاهيةَ أنْ أشُقَّ علَى أُمِّهِ.

‎الراوي : أبو قتادة الحارث بن ربعي | المحدث :البخاري | المصدر : صحيح البخاري | الصفحة أو الرقم : 868 


Sesungguhnya aku berdiri untuk salat dan aku ingin memanjangkannya, kemudian aku mendengar tangisan seorang anak, maka aku mempercepat shalatku karena aku tidak ingin menyulitkan ibunya.


Kepekaan, ini menggambarkan betapa Rasulullah sangat memprioritaskan anak (bayi). Sangat berusaha jangan sampai anak siapapun itu meraasakan kekerasan, even merasa terabaikan. 


Bagaimana bisa sosok yang hidup yatim sejak lahir dapat memiliki jiwa pentuh empati seperti ini? Siapakah figure yang menginfluence nya semasa hidupnya?


ternyata mereka adalah 4 sosok figure tersebut : 

1.  Ayahnya, Abdullah

Meski tidak hadir secara fisik, tp dihadirkan lewat cerita dan dikenalkan oleh org sekitarnya (diantaranya adalah ibunya).


2. Ayah asuhnya, Haris bin Abd uzza

Adalah suami dari ibu susunya, Halimah sa'diyah. Merupakan pribadi yang sederhana, visioner (akhirat oriented) meski hidup dalam keterbatasan.


3. Kakeknya, Abd muthalib

Sosok kharismatik seantero Mekkah yang penuh percaya diri ini menanamkan jiwa leadership pada Rasullah.


4. Pamannya, Abu Thalib

Kesetiaan, pembelaan, pengayoman Abu Thalib ditengah kondisi hidupnya yg juga punya tekanan (sosial & finansial), sangat menendewasakan diri Rasullah. 


Insight

Beberapa red line dari keempat figure tersebut yang dapat kita latih adalah : 1)value diri yang kokoh 2)Menampakkan respon dan pembelaan verbal positif di momen yang tepat


Sabtu Bersama Nabi 09/05/2025

ImanPath X YISC Al Azhar



Komentar

Postingan Populer