Finding Peace




Bagaimana menjalankan islam yg praktikal ?

 

Seperti yang kita ketahui bahwa manusia terdiri dari 3 unsur elemen : Fisik . hati . pikiran

Ketiga  elemen ini harus terkoneksi dg Allah ketiga ini, jika satu saja tdk terkoneksi maka akan pincang (tidak seimbang).

Kesibukan masyarakat urban setelah bekerja , lalu mengambil jalan healing , namun tidak jg dpt ketenangan.


Lalu bagaimana agar kita mendapatkan keseimbangan dalam berkehidupan?

Sholat . adalah jalan yg dipilih rasul utk menenangkan diri terlebih  ketika dihujam masalah.

Kita sebagai manusia yang dinamis tentu pasti mengalami kegundahan, problematika. Begitupula Nabi kita, Rasulullah. Yang berbeda adalah ketika kita ditimpa masalah, kita seringkali focus terhadap masalah dan solusinya. Sedangkan Rasulullah lebih memilih untuk sholat terlebih dahulu. Mengapa? Mengadu dulu ke Allah.  karena , Dia lah Allah yang paling berhak  menjadi tempat  pertama tahu dan mendengar keluhan kita.

Untuk mencapai kepada ketenangan yang hakiki, setidaknya kita dapat mengambil pelajaran dari 5 kaidah dasar ushul fiqih :

1.          Segala perkara bergantung pada niatnya ( الامور بمقاصدها )

2.          Kesulitan akan menarik kemudahan ( المشقة تجلب التيسير)

3.          Keyakinan tidak dapat dikalahkan oleh keragu-raguan  (اليقين لا يزال بالشك)

4.          Kemudharatan itu harus dihilangkan. (الضرر يزال)

5.          Adat dapat dipertimbangkan sebagai hukum.(العادة محكمة)

 

Lalu bagaimana bentuk aplikasi nyata dari  kaidah tersebut ?

1.          Mindfulness

Menyadari bahwa setiap setiap aktifitas (syariat) ada tuntunan zikirnya. Kenapa? Bahwa Allah mau seluruh amal kita tidak keluar dr koridor . Seperti :

Ketika sedih : kita mengucapkan inna lillah, maka kesedihan berkurang

Ketika Bahagia : kita mengucapkan alhamdulillah, agar  euphoria tidak menhegemoni diri kita berlebihan

2.          Self compassion

Kita harus sadar kalau kita adalah makhluk yang serba kurang. Dengan begini kita dapat memahami tuntunan syariat Allah. Kita jadi tidak perlu  mempersulit hal-hal yang allah mudahkan kpd kita (rukhsoh), tp tidak juga bermudah-mudah (menyepelekannya).

3.          Menghindari toxic relationship

Pentingnya mengenali boundaries dalam pergaulan.

4.          Focus pada aktivitas bukan cemas akan pandagan orang

Focus pada kelebihan kita, apresiasi diri atas apa yang telah kita create (karya) , supaya ga mood swing dlm beramal.

 

5.          Being in a good circle

Menjaga atmosphere positif.

 

Insipirasi Do’a Rasulullah

Nabi Muhammad sebagai teladan terbaik kita pernah mencontohkan sikap dalam menyikapi sebuah perubahan (dinamisasi) dalam hidup, tentang kisah hijrah dari Mekkah ke Madinah yang merupakan sebuah fase yang tidak mudah dan penuh tantangan. Beliau melafazhkan sebuah doa yang sangat indah yang termaktub dalam Surat Al Isra ayat 80.

رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

Duhai tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku).

Diksi yang dipilih dalam do’anya sangat general dan tidak spesifik hanya untuk problem hijrah ke Madinah.  Ternyata memiliki hikmah bahwa hidup itu adalah tentang keluar dan masuk, perpindahan dari detik ke detik berikutnya. Dan do’a ini sangat bisa kita teladani dalam setiap aktivitas hidup  kita.

Selanjutnya ada sebuah do’a yang pernah rasulullah panjatkan Ketika sedang ditimpa problema besar, yaitu Ketika dicampkkan dakwahnya di kota Thaif.

اللَّهُمّ إنْي أَشْكُو إِلَيْكَ ضِعْف قُوَّتي وَقِلَّة حِيلَتي وَهَوَانِي عَلَى النَّاس يَا أَرَحِم الرَّاحِمِينَ أَنْتَ رُبَّ الْمُسْتَضْعِفِينَ وَأَنْتَ رَبِّيٌّ إِلَى مَنْ تَكِلنِي إِلَى بِعِيد يَتَجَهَّمنِي أَمْ إِلَى عَدُوّ مَلِكَته أَمَرّي إِنْ لَمْ يَكُن بِكَ غَضَب عَلِيّ فَلَا أُبَالِي وَلَكِنَّ عَافِيَتكَ هِي أوْسَع لِي أَعَوَّذ بِنُور وَجْهكَ الَّذِي أَشْرَقَت بِهِ الظُّلْمَات وَصُلْح عَلَيْهُ أَمْر الدُّنْيَا وَالْآخِرَة مِنْ أَنْ يَحُلّ بِي غَضَبكَ أَوْ يَحُلّ عَلِيّ سُخْطكَ لَكَ العتبى حَتَّى تَرْضَى وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّة إِلَّا بِكَ.

Wahai Tuhan, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kemampuanku, inanya aku di hadapan manusia. Wahai dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah Yang Maha Melindungi orang-orang yang lemah. Engkaulah pelindungku, kepada siapakah Engkau akan menyerahkan diri hamba-Mu ini? Kapada yang jauh yang melihatku dengan muka masamkah? Atau kepada mereka yang membenciku? Jika saja Engkau tiada memurkaiku, aku tak peduli. Tetapi maaf-Mu yang Maha Luas yang sangat aku dambakan. Kami berlindung di bawah cahaya kasih-Mu yang menerangi kegelapan, dan atasnyalah semua urusan kehidupan di dunia dan akhirat akan menjadi baik. Jangan Engkau turunkan murka-Mu kepadaku atau Engkau timpakan kepadaku. Engkaulah yang berhak menegurku. Tiada daya, tiada upaya, selain karena Engkau jua. (HR Thabrani)

 

Dari kedua do’a diatas kita belajar :

Bahwa dalam berdo’a hendaknya kita memperhatikan 5 hal berikut : 1) Emotional venting, 2)Self awareness &acceptance, 3) Spiritual coping mechanism, 4) Hope & positive thinking, 5) Social & spiritual support.

Dari kedua do’a diatas kita belajar :

tentang permohonon  terlembut nya Rasullah, untuk dimaklumi atas segala kekurangan nya, kelemahanya, ketidak berdayaannya. Dibalik segala kesempurnaannya. Beliau mengakui segala kehinaanya dihadapan Rabb nya. Dan memilih untuk tidak mengubar bahkan kepada sahabat- sahabatnya yang terpercaya integritasnya. Bukan karena meragukan, tapi Allah adalah yang paling berhak pertama dan satu-satunya mengetahui dan mendengar luapan hati terdalam.

 

And this is what we call how to Finding Peace with Allah and Rasulullah.



Presented by : ImanPath 16/02/2025

Komentar

Postingan Populer