ada Rasulullah ditengah kita





 issue hari ini :

Sad beige mom : ibu-ibu yang mengambil gaya pengasuhan estetika dengan memilihkan warna benda untuk anaknya berdasarkan keinginan hatinya sendiri, memuaskan matanya gradasi warna soft. Star syndrome : sebagaimana kita ketahui info viral belakangan ini ditanah air dan silent treatment sebagai salah satu respon seseorang ketika menghadapi konflik.


Apakah Rasulullah pernah mengalami hal-hal tersebut ? dan bagaimana beliau meresponnya?

Rasulullah ternyata pernah mengambil sikap dengan silent treatment. Beliau pernah mendiamkan bahkan merubah gaya bicara kepada Kaab bin Malik pada masa Perang Tabuk. Apakah ada pejuntuk yang tepat dalam sikap ini ? ada. Termaktub dalam sebuah hadits : boleh tapi tidak lebih dari 3 hari.


kenapa masalah ini terus ada bahkan terus berkembang?

karena kita berfokus mencari obat “instant” saja ,namun tidak berusaha menghindari pantangan-pantangannya.

 

Lalu bagaimana caranya agar mampu menghadapi masalah yang selalu dan terus berkembang ini ? taat dan ikut caranya rasulullah

 

§  Diantara kaidah bermuamalah (interaksi) :

Rasullullah dg dirinya sendiri , mengambil yg paling berat.

Rasulullah dg org lain (sahabat) , akan mengambil jalan yg paling mudah & nyaman untuk mereka

 

kita dapat menerapkannya dalam konteks hidup kita saat ini :

kita dg diri sendiri, latih diri untuk tahan banting

kita dg org lain , memudahkan. bila kita mampu, kalau ga bisa ya sampaikan aja, ngga perlu overthinking

 

Rasulullah itu pribadi yg selalu siap sedia utk ummatnya. bagaimana kita tahu hal tersebut? kita pelajari perjalanan hidupnya.

 

§  Rasulullah mengajarkan value berharga bagi kita, pada beberapa moment :

 

1.       Merasa dibersamai Allah

Saat berada di dalam Gua Tsur bersama Abu Bakar. ketika jejak mereka nyaris tercium kaum kafir, dikondisi yg menegangkan, Rasulullah menenangkan sahabatnya.

قلتُ للنبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم ونحن في الغارِ لو أنَّ أحدَهم ينظرُ إلى قَدَمَيْهِ لَأَبْصَرَنا تحتَ قَدَمَيْهِ فقال يا أبا بكرٍ ما ظَنُّكَ باثنينِ اللهُ ثالثُهُما

الراوي : أبو بكر الصديق | المحدث : الترمذي | المصدر : سنن الترمذي | الصفحة أو الرقم : 3096 | خلاصة حكم المحدث : حسن صحيح غريب إنما يعرف من حديث همام تفرد به | التخريج : أخرجه البخاري (3653)، ومسلم (2381)، والترمذي (3096) واللفظ له، وأحمد

Dalam konteks hari ini. Kita kadang merasa ditemani dg konten sosial media, kita merasa seperti ditemani dg video di yutub, yang justru malah mengkonfirmasi kesedihan kita, memvalidasi ke-galau-an kita. Tapi apakah masalahnya  selesai? Tidak. Padahal ada sosok lain yang selalu membersamai kita, menjaga kita, mengawasi kita , yaitu Allah swt.

      siapa yg menyadarkan kita ttg itu? Rasulullah saw

 

2.       Refleksi diri

ketika di Thaif bersama Zaid dengn ekspektasi dakwahnya diterima, tapi ternyata di tolak dicampakkan di buang dan disiksa. Rasulullah saat itu malah merespon dengan doa.

اللَّهُمّ إنْي أَشْكُو إِلَيْكَ ضِعْف قُوَّتي وَقِلَّة حِيلَتي وَهَوَانِي عَلَى النَّاس يَا أَرَحِم الرَّاحِمِينَ أَنْتَ رُبَّ الْمُسْتَضْعِفِينَ وَأَنْتَ رَبِّيٌّ إِلَى مَنْ تَكِلنِي إِلَى بِعِيد يَتَجَهَّمنِي أَمْ إِلَى عَدُوّ مَلِكَته أَمَرّي إِنْ لَمْ يَكُن بِكَ غَضَب عَلِيّ فَلَا أُبَالِي وَلَكِنَّ عَافِيَتكَ هِي أوْسَع لِي أَعَوَّذ بِنُور وَجْهكَ الَّذِي أَشْرَقَت بِهِ الظُّلْمَات وَصُلْح عَلَيْهُ أَمْر الدُّنْيَا وَالْآخِرَة مِنْ أَنْ يَحُلّ بِي غَضَبكَ أَوْ يَحُلّ عَلِيّ سُخْطكَ لَكَ العتبى حَتَّى تَرْضَى وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّة إِلَّا بِكَ.

Wahai Tuhan, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kemampuanku, inanya aku di hadapan manusia. Wahai dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah Yang Maha Melindungi orang-orang yang lemah. Engkaulah pelindungku, kepada siapakah Engkau akan menyerahkan diri hamba-Mu ini? Kapada yang jauh yang melihatku dengan muka masamkah? Atau kepada mereka yang membenciku? Jika saja Engkau tiada memurkaiku, aku tak peduli. Tetapi maaf-Mu yang Maha Luas yang sangat aku dambakan. Kami berlindung di bawah cahaya kasih-Mu yang menerangi kegelapan, dan atasnyalah semua urusan kehidupan di dunia dan akhirat akan menjadi baik. Jangan Engkau turunkan murka-Mu kepadaku atau Engkau timpakan kepadaku. Engkaulah yang berhak menegurku. Tiada daya, tiada upaya, selain karena Engkau jua. (HR Thabrani)

 

Rasulullah dg segala kesempurnaanya , ketika mendapatkan respon negatif, tidak menyalahkan orang lain, apalagi melainkan malah mengevaluasi, justru merespon dg husnu zhon dan mengintropeksi dirinya sendiri.

dan bahkan Rasullah berusaha memandang dr sudut pandang lain, yaitu justru mendoakan agar anak keturunnanya (penduduk Thaif)  dianugerahkan generasi anak cucu yang beriman kpd Allah dsn tidak syirik. Dan ini terbukti, penduduk Thaif yang masuk islam belakangan, yaitu pada tahun menjelang wafat Rasulullah. Ketika itu terjadi kejadian sehingga muncul gelombang murtad, dan ada kelompok yang mau murtad tapi tidak murtad adalah  penduduk Thaif. 

 

Dari kisah perjalanan Rasulullah dan islamnya masyarakat penduduk Thaif ini, kita belajar :

§  jangan sampai kita, muslim (hijrah) belakangan,  eh murtad paling dulu. karena belajarnya tidak serius. jadi kalau kita menyadari kita telat belajar, berarti belajarnya mesti lebih serius, menutup kesalahan-kesalahan masa lalu.

§  Merespon penolakan itu bukan dengan larut memikirkan kekurangan tapi bagaimana bangun dan bangkit untuk memperbaiki keadaan

§  mengekspresikan kecintaan dengan do’a. karena surat cinta sesungguhnya itu adalah do'a.

 

………………………………………………………………………….

Umar bin Khattab pernah berkata :

Aku mencintaimu tapi aku lebih mencintai diriku sendiri.

Rasulullah berkata : Tidak, kamu harus lebih mencintai diriku.

 

kenapa rasulullah bilang gitu? karena kita ngga pernah tau,

bagaimana kita mengatasi problema kehidupan kita

bagaimana kita mendidik anak-anak kita

bagaimana kita mampu survive dg kehidupan yg penuh dg darah ini tanpa bimbingan nya


Presented by ImanPath & YISC
Sabtu Bersama Nabi 10/01/2025

Komentar

Postingan Populer