Ibu Bahagia atas kematian anak
Ibu yang bahagia atas kematian ( syahid ) anak anaknya mungkin terdengar konyol.
Apa tidak bersedih?
Tentu bersedih, namun tak berlarut dan meratap.
Ketahuilah itu adalah level ketauhidan yang agung.
Dimana hati yang orientasinya Allah.
Maka dia bahagia karena anaknya telah menjadi sosok muslim pemberani melawan musuh Allah. Maka kembali kepada Allah dalam waktu lebih cepat dari pemuda lainnya adalah sebuah konsekuensi.
Sulit dipahami oleh akal memang.
Tapi begitulah jiwa jiwa yang tenang, yang kelak Allah sambut ke Jannah Nya.
"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jamaah) hamba-hamba-Ku, Dan masuklah ke dalam surga-Ku!"
[Al-Fajr/89:27-30]
Nafsu tak lagi membelanggu.
Nafsu untuk memiliki sepihak,
Nafsu untuk menjaga anaknya sendiri dan melarang utk menjadi bagian pejuang,
Nafsu untuk dicintai dan tidak ditinggal pergi,
Ahh beraaaat.
Berat buat jiwa yang masih belum tenang ini.
https://www.instagram.com/tv/CB4-twUB3kq/?igshid=292try2jcurv


Komentar
Posting Komentar