REZEKI DIJEMPUT ATAU DATANG SENDIRI?

Aku pernah membaca kisah antara Imam Malik dg Imam Syafii terkait REZEKI.

Imam Malik berkeyakinan bahwa rezeki tak perlu dikejar, cukup laksanankan apa yang sudah menjadi kewajibanmu.

Menurut Imam Syafii rezeki itu mesti dijemput.


Dan hari ini aku membaca kitab terjemah Al Hikmah karya Ibnu Athoilah,  disana dimention bahwa keyakinan akan rezeki ada 2 golongan yaitu ahlul asbab dan ahlu tajrid.

Ahlu asbab adalah orang yg berkeyakinan bahwa rezeki mesti dijempu dengan sebab (usaha ) .

Sedang menurut Ahlu Tajrid bahwa rezeki tidak selamanya di usahakan dg bekerja. Orang golongan ini seringkali mendapat rezeki dari arah yang tak disangka, meski dia juga harus sering bersabar dengan keaadan yang sulit dan kelaparan.

Penulis menyebutkan bahwa kita sebagai hamba, berjalanlah sesuai maqam keyakinan kita. Jika kita ahlul asbab, maka bekerjalah. Jika kita termasuk ahlu tahrid, maka ketahuilah bahwa ini adalah tingkat keyakinan yang lebih tinggi.

Atikah Mahdiah
24 Januari 2020

Komentar

Postingan Populer