TIPS MENULIS , MUHAMMAD KAMAL IHSAN ( HANGKA )
TIPS
MENULIS
Kajian
Kepenulisan
"How to be Productive with Writing"
"How to be Productive with Writing"
Diselenggarakan
oleh Amman Palestine Jakarta
4 April 2020
Muhammad
Kamal Ihsan ( HANGKA )
😊😊
First
Untuk
mengawali malam ini, selalu kaka ingin mengajak semuanya untuk sama-sama
mengatakan pada diri kita masing-masing.
Katakan,
pada diri sendiri; penulis yang baik adalah ia yang berani memulai kemudian
berani mengakhiri. Tidak pernah ada penulis yang gagal kok, yang ada hanya
penulis yg kurang bertanggung jawab terhadap dirinya dan tulisannya sendiri.
Maka dari malam ini kita punya tekad, terhadap apa yang kita tulis, akan kita
tuntaskan, akan kita selesaikan.
Berani?
Pernah ngga,
mulai nulis; tiba2 kepikiran,
"Ini
bagus ngga ya,"
"Ini
pas ngga alurnya,"
"Ini
nyambungg ngga sih, ah sudahlah! Berhenti aja."
Hal kaya
gini lumrah banget ada pada penulis.
Hampir semua
penulis malahan merasakan ini. Tapi ada yang membedakannya kok, antara ia yang
gagal dalam tulisannya dan ia yang berhasil dalam tulisannya. Ia yang berhasil
terkdang menang dlam bersikap dan menyikapi, ia yang gagal cenderung salah
menisbahkan motivasi. Penulis yang berhasil adalah penulis yang berhasil
mengakhiri apa yang telah ia mulai, sejelek apapun itu, serancu apapun itu.
Selama tulisan itu bisa kita akhiri, kita telah berhasil. Berhasil untuk mulai
mengeja hikmah dan evaluasi untuk jadi lebih baik lagi kedepannya.
Lalu apa aja
yang perlu kita lakukan?
___
Sering
banget muncul pertanyaan;
Apa yang
harus dimiliki agar kita sanggup menulis?
Pertanyaan
ini
sebenarnya
tidak mudah dijawab. Sebagian orang mengatakan bahwa kemampuan
seseorang
dalam menulis sangat dipengaruhi oleh mood. Kalau lagi mood maka
seseorang
akan dengan mudah menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Jika
tidak mood
maka kita akan kesulitan dalam menulis. tidak mood maka kita akan kesulitan
dalam menulis.
Benarkah
demikian? Jangan terlalu terkurung oleh mood. Saya teringat
kata-kata
Mohammad Fauzil Adhim dalam bukunya Inspiring Words for Writers.
“Banyak
orang menunggu mood untuk menulis. Sementara bagi sebagian lainnya,
mood untuk
menulis muncul karena keinginan untuk menyampaikan ilmu dan
kebenaran”.
Artinya, seorang penulis semestinya tidak tergantung oleh
mood ketika
menulis. Kalau bukan mood yang menggerakkan seorang penulis maka
keinginanlah
yang sebenarnya menggerakkan.
kamu ingin
membangkitkan keinginanmu maka bangkitkan pula
komitmenmu.
*Komitmen*
pada apa? Komitmen pada kebenaran terhadap
gagasanmu.
Mulailah membuka mata terhadap lingkungan. Ada banyak
permasalahan
dan fenomena di sekeliling kita yang akan memantik ide dan
gagasan.
Misalnya fenomena COVID-19 yang saat ini sedang melanda dunia. Begitu kita
memiliki komitmen terhadap permasalahan, ide kita akan
mengalir
deras. Komitmen itu akan melahirkan kepeduliaan dan rasa saling berbagi
terhadap sesama. Itu yang biasa saya sebut 'ketuk hati terdalam, lalu lihat
sedalam apa semesta akan mengetuk rasa peduli kita terhadap semesta'.
Selama
kalian tahu, ada banyak banget hal di sekeliling kita yang bisa jadi sumber
inspirasi, tapi berhubung kitanya cuek dan terlalu apatis, makanya kelewat gitu
aja idenya.
Sebelum
menulis, hal yang menurut kk paling penting kita miliki lagi adalah motivasi.
Motivasi dan
visi memang mendapat perhatian sangat
besar. Jika kamu orang yang memiliki motivasi sangat tinggi, tidak
ada yang
tidak mungkin untuk kamu pelajari, tidak ada yang tidak mungkin untuk
kamu kuasai.
Jika kita
penuh motivasi maka kita akan cenderung memiliki percaya diri
dan efikasi
diri tinggi. Apakah efikasi diri itu? Secara sederhana, efikasi diri
merujuk pada
keadaan ketika seseorang memiliki keyakinan yang sangat kuat
untuk dapat
menguasai sesuatu dengan baik melalui proses belajar, meskipun saat
ini ia belum
menguasai. “Jika saya belajar dengan sungguh-sungguh untuk dapat
menulis,
insya Allah, saya akan dapat menguasainya dengan baik.”
Inilah
keyakinan yang apabila ada pada diri kita akan membuat kita sangat
bergairah
mempelajari segala sesuatu yang menarik perhatian, termasuk menulis.
Maka sebelum
kita lebih jauh belajr hari ini, sama-sama kita tanyakan,
Mood atau
keinginan!?
Komitmen
atau tuntutan?
Pelarian
atau kesenangan?
Setelah kita
mulai serius untuk benar-benar menulis secara profesional.
Maka ingat!
Menulis
bukan sekedar bermain kata-kata. Menulis merupakan proses
untuk
menuangkan gagasan dan gagasan lahir dari pengetahuan.
Sesungguhnya
pengetahuan melahirkan keteraturan berbahasa, sedangkan
kuatnya
tujuan dan komitmen membangkitkan ketajaman kata. Jadi, agar tulisan kita
mengalir, kita perlu memperkaya pengetahuan.
Jika kita
tidak memiliki pengetahuan lalu apa yang akan dituliskan? Kita
perhatikan
tulisan mahasiswa fakultas ekonomi berikut ini.
_Pemerintah
menghadapi masalah dalam pemilu tahun ini. Banyak kader
partai
politik menyalahi aturan kampanye, terutama partai-partai besar. Mereka
menganggap
dirinya berkuasa sehingga menimbulkan banyak kerusuhan.
Sementara
itu uang-uang palsu mulai beredar di pasaran. Banyak pedagang kecil
di pasar
menerima uang palsu sebagai alat tukar pembelian. Mereka kebanyakan
orang-orang
polos dan sulit membedakan uang kertas asli dan yang palsu._
Ambigu
bukan?
Pembaca akan
kesusahan untuk menangkap isi tulisan di atas. Tidak jelas
apa yang
sebenarnya akan disampaikan. Kenapa bisa terjadi? Kurangnya
pengetahuan
membuat ide kita kurang mengalir dan cenderung berbelit-belit.
Masih ingat
apa yang diajarkan guru kita ketika pelajaran menulis. Kebanyakan
guru-guru
menulis menyodorkan sejumlah tema klise; berkunjung ke rumah
nenek,
bertamasya ke kebun binatang, dan sebagainya. Apa yang terjadi pada
siswa yang
tinggak serumah dengen neneknya? Apa yang terjadi pada siswa yang
tidak tidak
pernah bertamasya ke kebun binatang? Tentu mereka akan kesulitan
untuk
menuliskan tema-tema di atas. Kenapa? Mereka tidak memiliki
pengetahuan
tentang tema-tema tersebut.
So than,
Apa yang
harus dipelajari. Pertama, ilmu-ilmu yang terkait dengan bidang
yang akan
ditulis. Ilmu-ilmu tersebut dapat diperoleh melalui membaca. Oleh
karena itu,
setiap penulis haruslah pembaca yang hebat. Kedua, ilmu-ilmu tentang
menulis.
Kalau ingin tulisan kita terdiri dari kalimat-kalimat yang kuat maka kita
perlu
belajar cara menyusun kalimat yang baik. Agar tulisan kita tersusun secara
sederhana
dan berbobot maka kita perlu belajar logika bahasa.
______
Jadi satu2
nya cara untuk menambah pengetahuan adalah dengan membaca atau secara langsung
terjun menyentuh pengalaman tersebut.
Jadi kita
sama-sama nanya nih, kita pengen jadi penulis yang bagus, udah jadi pembaca
yang bagus belum?
✏️📖
*Membaca dan
menulis* merupakan 'sahabat' dekat yg tidak bisa dilepaskan. Keduanya harus
berjalan seiringan, tidak satu persatu. Artinya, hanya membaca tetapi tidak mau menulis, atau
menulis terus tetapi tidak mau membaca, maka tidak elok kelihatannya. Jika
seseorang hanya menulis, tetapi tidak mau membaca, yakinlah tulisannya hanya
semacam pesan kosong atau sebuah igauan di tengah hari bolong. Jadi, jika kita
simpulkan, bahwa orang yang ingin menjadi penulis hebat, harus pula menjadi
pembaca yang hebat, dan begitu sebaliknya. Keduanya saling berkesinambungan dan
bisa dipisahkan.
Sampai sini,
apa yang kaka sampaikan bisa diterima dengan baik?
KUPAS
HABIS PROSES PENULISAN BUKU BERSAMA HANGKA
Sering
banget ditanya tentang bagaimana sih proses pembuatan buku dari awal hingga
akhir, dari sekedar ide-ide numpang lewat hingga bersandar rapi di rak-rak
gramedia seluruh Indonesia. Dari gagasan-gagasan gila hingga menjadi inspirasi
bagi banyak orang.
_Jadi, saya
mencoba kembali melihat ke belakang, apa sih yang saya kerjakan dalam proses
pembuatan buku pertama saya yang selesai dalam waktu 1 bulan dan novel kedua
saya yang selesai dalam waktu tiga minggu. Ternyata prosesnya tidaklah serumit
apa yang selama ini saya bayangkan😊😊._
Terkhusus
untuk 5 Titik 1 Koma, buku ini dalam proses pembuatannya, penulis punya kekuatan nan ajaib yang
menjadikan jari jemari seakan menari dengan mudahnya di atas altar keyboard.
Ya, waktu itu buku ini adalah karya yang kaka sediakan sebagai kado ulang tahun
untuk ibu tercinta. Itu yang menjadi kekuatan terbesar kenapa novel 291 halaman
ini bisa selesai dalam kurun waktu 33 hari, terhitung pda tanggal 19 Februari
2018 pertama kami memulai, dan selesai pda tanggal 23 Maret, satu minggu
sebelum ulang tahun ibu saya pada tanggal 1 April.
😁😁
Dan kekuatan
itu sunggu nyata adanya. Saya begitu meyakini bahwa tidak ada kekuatan yang
lebih besar daripada kekuatan cinta yang kita berikan tulus kepada orang yang
kita kasihi.
Jadi sebelum mulai nulis, tetapkan terlebih
dahulu, siapa yang ingin kalian buat tersenyum bahagia melalui tulisan yang
tulus kalian persembahkan?
.
.
*Ok, kita
masuk ke step-stepnya ya, step2 ini kaka dapat dari pengalaman, ikut-ikut
seminar, dan ikut diskusi dengan penulis-penulis lain yang sudah lebih
berpengalaman*
LANGKAH PERTAMA
adalah Cari
dan temukan idemu😁
dan jadilah _*PENCARI SEJATI*_
Dalam artian
seperti ini, hal pertama yang harus kita selesaikan sebelum membuat karya
adalah selesai dengan ide, konsep, dan gagasan itu sendiri. Apa yang ingin kita
sampaikan kepada orang lain? Apa yang ingin kita tinggalkan di hati pembaca
sebagai kesan bagi mereka? *Apa manfaatnya bagi kita (AMBAK) dan apa manfaatnya
bagi orang di sekitar kita?* Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk ditanyakan
pada diri kita sendiri.
Kemudian, ide
itu bisa kita dapatkan dari mana saja, dari siapa saja, dan bagaimana pun
bentuknya. Ia tidak perlu baru, kita bisa memodifikasi dengan metode ATM
(Amati, Tiru, Modifikasi) karya-karya yang sudah ada, lalu kita kemas dengan
bentuk yang berbeda dan lebih spesial. Ingat meniru boleh asal jangan PLAGIAT
Dari mana
dapat ide?
1. Dari baca
buku, koran, komik
2. Baca
artikel, opini, karya ilmiah
3. Nonton
film, youtube, atau televisi
4. Ngobrol
dengan keluarga, teman
5. Status -
status di medsos
6. Peristiwa
dan fenomena di sekitar kita
7. Kitab
Suci (Al-Quran, injil dll)
8. Pepatah,
peribahasa, syair lama
9.
Pengajian, tausyiah, ceramah agama
10. Dan
sebagainya.
Apapun yang
ada di sekitar kita, jangan biarkan lewat begitu saja. Bawalah selalu catatan,
agar kita bisa mencatatnya. Saat ada waktu, bisa ditulis dengan serius.
Idenya
macam-macam; motivasi, pendidikan, remaja, romantika, bakti kepada orang tua,
kerja keras, kesabaran, dan sebagainya.
_Maka hal
pertama yang harus dilakukan adalah, temukan idemu._
📋
LANGKAH
KEDUA
Tentukan
*_FASHION_* kita
Tentukan mau
menulis tulisan jenis apa? Jenis Fiksi atau non-fiksi?
Karena pada
prosesnya, pendekatan dua buah jenis karya tulis ini jauh berbeda lo🤭 proses pembuatannya pun juga jauh berbeda menurut
kaka, mulai dari pembuata draf dan outlinenya, hingga hal-hal mendasar lainnya
juga tentu berbeda.
Kalau
_Fiksi_, tulisan berbentuk cerita, ada narasi, tokoh, alur cerita, konflik,
kisah hidup. Bisa berbentuk cerita pendek, novel, puisi, komik.
Kalau maunya
fiksi, saran kaka lebih baik konsentrasi dalam bentuk novel. Karena yang
diminati penerbit dan pembaca adalah novel.
Sedangkan
_NON FIKSI_ bentuknya lebih banyak pemikiran, karya-karya ilmiah, bukan berbentuk karangan atau cerita.
LANGKAH KETIGA
MENCIPTAKAN
*OUTLINE*
(Daftar Isi)
sebaik dan senyaman mungkin, atau biasa kaka sebut PEMETAANnya harus matang.
Kalau
seandainya kita menulis tanpa ada plan atau rencana di awal, kaka yakin di
pertengahan jalan kita akan stagnan atau mengalami writing block. Kita akan
kebingungan untuk meneruskan atau mengakhiri apa yang kita tulis.
Tulisan
tanpa outline, akan menjadikan kita seperi mayat hidup yang ngga tau mau
kemana.
Jadi,
sahabat Hangka semua. Buatlah daftar isi, tidak harus sempurna, namun setidaknya
memberikan gambaran besar isi buku kita. Sekali lagi, dengan adanya daftar isi,
akan memudahkan kita dalam menuliskan isi buku.
Daftar isi
yang paling dasar adalah 5W dan 1H. What (apa), Why (mengapa), Where (di mana)
who (siapa aktornya), dan When (di mana), ditambah 1H, yaitu How (Bagaimana).
Biasanya,
kalau untuk tulisan non fiksi, yang paling penting adalah What, Why, dan How.
Misalnya
kita ingin menulis tema tentang "COVID-19". Kita mulai dari What.
*WHAT*
1. Apa itu
kerja COVID-19?
2. Dari mana
datangya?
3. Dalam
kondisi apa mudah terserang COVID-19?
*WHY*
1. Mengapa
COVID 19 berbahaya?
2. Mengapa
COVID 19 penularannya begitu cepaf?
3. Mengapa
belum ada penawar untuk virus ini?
*HOW*
1. Bagaimana
COVID 19 mampu melumpuhkan dunia?
2. Bagaimana
respon, sikap, dan tindakan para medis, pemerintah, dan masyarakat terhadap
COVID 19?
Dan
sebagainya.
Itu daftar
isi untuk tulisan non fiksi.
____
Nah, kalau
untuk FIKSI beda lagi🤭😁
Menulis
novel itu sedikit berbeda dengan menulis puisi, cerpen, atau yang lainnya.
Penulis
novel itu mata hati, mata rasa, dan mata cakrawala ilmunya dituntut untuk jauh
lebih tajam dan dalam.
Orang yang
menulis novel hatinya harus lebih halus dan fleksible dalam meraskan segala
bentuk perasaan. Rasa dan instingya harus lebih peka dalam menokohkan penokohan
kepada karakter yang dihidupkannya. Dan juga tentu cakrawala pengetahuannya
lebih luas, karena penulis novel akan menjalani sebuah skenario perjalanan yang
terkadang ia sendiri tak tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita
yang digoreskannya.
Sebelum kita
masuk dalam pembhasan lebih jauh.
Coba
coretkan dalam Lima menit saja sebuah deskripsi tentang sebuah keadaan.
Keadaannya
seperti ini.
Ruangan.
Penculikan.
Takut
Kemampuan
dan nalar kita dalam menggali segala unsur cerita bisa tergambar di sini.
*Silahkan
mulai*
______
Entah
disebut apa tempat itu. Ruangan itu hanya sepetak. Jendela dan ventilasinya
tertutup rapat. Pengap, bau, dan gelap. Barang-barang berantakan, berhamburan
seperti kapal pecah. Lampu redup di tengah ruangan itu sengaja dinyalakan.
Memantulkan bayangan dua orang lelaki yang terduduk lemas. Tubuh mereka lebih
mirip kayu lapuk, pasrah, benar-benar tidak berdaya. Dua tangan mereka terikat,
mulutnya tersumbat sobekan kain lap yang berdebu. Di depan mereka, seorang
lelaki tegap memikul senapan type A-40 sembari menodongkan senapannya ke
arah dua orang lelaki yang disanderanya. Dua orang yang terikat itu berusaha
memberontak, melawan dengan sekuat tenaga. Namun setelah perlawanan sia-sia
itu, satu pukulan dengan gagang senjata bersarang tepat dipelipis salah satu
dari tawanan
Dari sebuah
pintu reyot, masuk lah seorang lelaki lain dengan perawakan tubuh tidak terlalu
tinggi masuk. Mukanya berbeda dengan lelaki Mesir tadi. Tampaknya laki-laki
barusan bukan keturunan Mesir. Guratan wajahnya lebih mirip seperti dua tawanan
tersebut.
_____
Ini contoh
narasi pembuka😁, lalu gimana bikin outline fiksi,
Ka?
Bagaimana
Daftar Isi untuk tulisan fiksi?
Pertama,
kita ciptakan tokohnya siapa saja dan bagaimana sifat mereka. TOKOH dan
PENOKOHAN
1. Si A
2. Si B
3. Si C
4. Si D
5. Si E
Dan
seterusnya. Ini penting banget, karena alur, konflik, setting cerita akan
ditentukan dari tokoh-tokoh ini.
Ceritakan
setiap tokoh dengan sifatnya yang mendetail. Usahakan semua tokoh mempunyai
keunikan, kalau bisa dengan sifat yang berbeda. Dengan demikian, konfliknya
akan mudah diciptakan.
Kedua, buat
narasi sebaik mungkin yang akan menggiring dan mengawali cerita, lalu TENTUKAN
KONFLIK apa yang ingin kita ciptakan di dalamnya.
1.
Pengenalan tokoh
2.
Penggiring Konflik
3. Konflik 1
4. Konflik 2
5. .....
6.....
7....
8....
9....
10. Puncak
konflik
11.
Penyelesaian konflik
12. Akhir
dari konflik
Kalau di
fiksi, gambar besarnya cuma ada di dua bagian besar ini.
Bagaimana
Menjabarkan ide Menjadi Daftar Isi?
Banyak
caranya.
1. Bisa
langsung membuat daftar isinya. Kalau sudah terbiasa, akan menjadi mudah
membuat gambar besar buku.
2. Dengan
bantuan peta pikiran (mindmap). Peta pikiran adalah gambar besar bagaimana
sebuah tulisan akan dibuat.
Cara membuat
mind map.
1. Tulis
tema atau judul di tengah kertas kosong. Buat lingkaran.
2. Buatlah
cabang-cabang dari tema tersebut. Cabang-cabang ini merupakan penjabaran dari
5W dan 1H seperti penjelasan di atas.
3. Jika ada
penjelasan, buatlah penjelasan dari cabang-cabang itu dalam bentuk poin-poin
kecil.
Ini contoh
mindmap. Anda silakan buat mindmap dari tema yang sudah ditentukan. Tidak harus
sekarang. Saya tunggu sampai besok, silakan dishare di sini kalau memang mau
belajar menulis buku.
Yang dibuat:
1. Mindmap
2. Jadikan
poin-poin dalam mindmap itu sebagai daftar is
(Oh iya,
materi dan ilmu ini kaka dapat hasil dari ikut kelas menulis bersama pak Akbar
Zainudin, doanya selalu buat beliau semoga ilmunya bermanfaat ya)😊🙏
LANGKAH
KEEMPAT
Buatlah
JADWAL PENULISAN dari setiap bab dalam daftar isi. INI PENTING! PENTING!
PENTING
Kalau dalam
daftar isi ada 30 Bab, setiap BAB dibuatkan jadwal kapan akan dituliskan.
Misalnya
setiap BAB kita targetkan untuk selesai dalam 1 Minggu. Maka, lihatlah
kalender, setiap artikel kita jadwalkan penulisannya sesuai dengan jadwal
sesungguhnya di kalender.
Contoh:
1. BAB 1:
1-7 Januari
2. BAB 2:
8-15 Januari
3. BAB 3:
16-23 Januari
4. BAB 4:
24-30 Januari
5. BAB 5:
1-7 Februari
6. BAB 6:
8-15 Februari
7.
8.
9.
10.
11. Dan
seterusnya.
Begitu
seterusnya sampai selesai seluruh BAB. Adanya jadwal inilah yang sekaligus
menjadi target kapan penulisan buku akan selesai.
*Jadwal
inilah kunci kesuksesan penulisan buku*.
Banyak orang
hanya punya impian, tetapi tidak mewujudkannya dalam action nyata. Membuat
jadwal adalah awal yang sangat bagus.
LANGKAH
KELIMA
CARI MENTOR , PEMBIMBING yang cocok dengan
kita, lalu dengan arahan dari MENTOR
mulailah menulis sesuai jadwal. Mentor yang dipilih adalah mentor yang
lebih berpengalaman dalam dunia tulis menulis daripada kita lo ya.
Kenapa harus
punya mentor?
Kaka
ibaratkan seperti ini, pernah naik gunung? Semisalkan gunung2 tinggi seperti
gunung Rinjani?
Apa ada yang
mendaki ke sana sendirian ? Ada. Selamat sampai kembali? Jarang. Jika kita
ibaratkan mendaki gunung, mentor kita inilah yang akan menunjukkan kita, ke
mana kita harus melangkah. Agar kita tidak salah arah.
Upayakan
agar apa yang kita kerjakan sesuai dengan jadwal yang sudah kita buat. Ingat,
buat hukuman2 kalau kita melanggar.
1. Menulis
sesuai target. Kalau satu artikel meleset atau mundur jadwalnya, harus ditutupi
dengan lebih cepat menyelesaikan jadwal berikutnya. Sehingga jadwal awal tetap
terjaga.
2. Jangan
menunggu satu artikel sampai sempurna. Tulisan awal adalah draft. Jadi
revisinya nanti kalau semua artikel sudah selesai. Kalau terpaku satu artikel
harus sempurna, tidak akan pernah selesai.
3. Kalau ada
informasi belum lengkap, teruskan saja. Kasih tanda bahwa nanti harus
dilengkapi, misalnya dikasih warna merah ataupun digarisbawah merah.
LANGKAH
KEENAM
Revisi
Tulisan.
Revisi
tulisan dilakukan setelah semua artikel selesai ditulis. Apa saja yang
direvisi?
1. Tata
Bahasa, ejaan baku, Ejaan Yang Benar. Penulisan tata bahasa harus benar,
gunakanlah pedoman penulisan yang benar.
2. Data dan
informasi yang kurang. Inilah saatnya melengkapi data-data yang kurang.
3.
Keselarasan antara satu paragraf dengan paragraf lain, juga antara satu artikel
dengan artikel lain.
4. Gaya
bahasa disesuaikan dengan target pembaca. Kalau target pembaca orang tua,
menggunakan bahasa orang tua. Kalau target pembaca adalah remaja, gaya
bahasanya untuk remaja.
LANGKAH
KETUJUH
Serahkan
kepada penerbit. Beberapa persyaratan umum dari penerbit, di antaranya:
1. Tulislah
naskah buku yang dibutuhkan banyak orang.
2. Naskah
sudah harus selesai.
3. Dipriint
dan dijilid, dikirimkan via pos atau langsung datang ke penerbit. Sertakan soft
file dalam bentuk CD atau Flash Disk.
4. Penerbit
akan mengevaluasi sekitar 1-3 bulan apakah naskah diterima atau tidak.
5. Jangan
mengirimkan satu naskah kepada lebih dari satu penerbit. Kirim dulu ke satu
penerbit, tunggu jawabannya apakah naskah diterima atau ditolak, baru bisa
dikirim ke penerbit lain.
6. Kalau
naskah diterima, akan dipertemukan dengan editor yang tugasnya mengedit naskah
kita.
7. Selesai
editing, proses selanjutnya adalah layout dan design.
8. Kalau
design sudah disetujui semua, baru masuk proses percetakan.
9. Tahap
terakhir adalah distribusi ke toko-toko buku.
10. Penulis
mendapatkan royalti 10% dari harga buku. Royalti dibayarkan sesuai buku yang
terjual. Biasanya penulis mendapatkan royalti setiap 6 bulan sekali.
LANGKAH
KEDELAPAN
bantu dengan
mempromosikan buku karya kita.
Beberapa hal
bisa dilakukan:
1. Promosi
di Media Sosial (FB, IG, Twitter, WA, YouTube)
2. Bedah
buku, seminar, dan pelatihan.
3. Membawa
buku di setiap kegiatan.
4. Selalu
Produktif Menulis.
[4/4, 9:01
PM] Ustad HANGKA Kamal Ihsan: Ok, kita lanjutkan ya💪😊
Nah, kaka
sering banget mendengarkan dan dapat aduan, keluhan, curahan dan curhatan yang
menakutkan dari kawan-kawan yg mungkin juga dirasakan oleh kawan-kawan di grup
ini, "Saya tidak bisa menulis, saya tidak tau bagaimana cara
memulainya!"
Kaka berani
mengatakan bahwa itu adalah kebohongan
yang teramat besar. Coba dihitung sudah berapa umur kita, dan sudah berapa kali
kita menulis? Penulisan seperti menggambar ketika TK, mengerjakan tugas rumah,
membuat kerja kelompok, membuat proposal atau tugas dari dosen dan seterusnya.
_Nah, apakah kita ngga sadar kalau itu adalah bagian dari menulis?_
*"Beda
dong, Ka! Itukan tugas sekolah yang harus dikerjakan, kalau tidak bisa
disetrap."* Hal ini hanya pembelaan dari ketakutan yang terkadang menjadi
parasit dalam diri kita. Padahal, boleh jadi apa yang selama ini telah kita
tuliskan membuat org yang membacanya tercerahkan, menjadi jembatan kesuksesan
bagi orang lain, dan membuka pikiran-pikiran yg sempit mnjadi lebih baik. Bisa
jadikan?
Maka, kaka
ingin katakan, bahwa *menulis itu adalah proses.* Apa yang selama ini kita
tulis di TK sampai Perguruan Tinggi adalah proses bagi kita untuk menjadi
penulis yang profesional. Apa yang membedakan proses menulis kita selama ini
sedari dulu dan proses menulis kita setelah diskusi malam ini adalah ORIENTASI,
SISTEM dan METODE. Dari malam ini kita sama-sama menyakini bahwa orientasi kita
dalam menulis adalah untuk menyampaikan manfaat dan menebarkan inspirasi bagi
orang lain. Sistem yang kita gunakan adalah sistem menulis terarah dan tuntas. Dan metode yang
kita gunakan adalah metode _'proses secara bertahap'_ bukan instan atau
simsalabim abra kadabra.
: _"Mau
sih menulis, tapi bingung, Ka. Mau mulai
dari mana?"_
Ok, sekarang
kita bahas ini secara spesifik dalam kontek kepenulisan Fiksi yang saat ini
sedang kaka pelajari. Problem yang sering terjadi di kalangan kita sebagai
penulis pemula adalah bingung untuk memulai, benar?
*Maka,
selalu kaka bilang bahwa ini adalah permasalahan klasik yang pasti menghinggapi
semua penulis.*
Untuk
mensiasatinya banyak cara dan formulasi. Langkah pertama, kita terbentur dalam
kalimat pembuka seperti layaknya anak kecil bercerita
"Pada suatu hari..., namaku
Budi...." dan lain sebagainya.
Hal tersebut
bisa kita kemas dengan cara mendeskripsikan sebuah benda atau kejadian sedetail
mungkin. Misalnya alam, kita tulis apapun yang kita lihat, kita rasakan. Hal
seperti ini sangat membantu kita dalam memulai sebuah cerita. Contohnya:
_"Gemuruh
ombak di pantai menerpa bebatuan, semilir angin menyapanya yang kini berdiri
terpaku menatap senja yang mulai berganti warna. Burung-burung berkicau di
tengah pohon kelapa, mendayu-dayu begitu syahdu hingga ia tenggelam bersama
iramanya."_
Ini contoh
sederhana😊🤭
Bisa juga
dilatih dengan menggunakan media lain seperti *menulis diary*. Kenapa diary,
Ka? Karena dari menulis diary, kita kaan diajarkan untuk menggambarkan perasaan
kita sendiri, lalu menuangkannya dalam sebuah tulisan. Diri sendiri adalah
objek paling mudah dan paling jujur yang bisa kita temukan untuk belajar
menulis. Maka, kaka sangat menganjurkan sekali bagi yang serius ingin jadi
penulis, mulailah dari diri sendiri, atau lewat sebuah diary. Berlatihlah mengungkapkan kesedihan ketika
tengah bersedih. Biasakanlah menyapa kebahagiaan dengan diary jika tengah
bahagia. Karena dalam menulis cerpen dan novel, kita harus bisa menggambarkan
keadaan orang lain. Baik perasaannya, tabiatnya, parasnya, atau pemikirannya.
Nah, bagaimana kita bisa menggambarkan orang lain, sedangkan untuk
menggambarkan diri sendiri kita belum mampu!?
Maka,
sahabat Hangka semua. Untuk menjadi penulis hebat, hanya satu kuncinya :
MENULIS SECARA TEKUN. Tanpa menulis secara tekun, ia tdk akan jadi penulis yang
hebat. Semakin seseorang berkecimpung dan terus menerus berlatih, maka ia akan
merasakan banyak perubahan dalam tulisannya.
Semakin
bertambah hari tulisan yang ia tulis akan semakin baik. Dan percayalah, orang
tersebut kelak akan menikmati hasil tulisannya dan tercengang sambil
mengatakan, _"Kok bisa...?" 😁_
*Menulis dan
jadi penulis itu butuh proses, tidak ada yang instan*. Kalaupun ada yg instan
itu adalah mie instan. Walaupun mie instan itu instan, tapi juga perlu proses
peleburan sebelum dimakan. Ia harus dimasak dulu, ditunggu, dibumbui, lalu baru
dimakan. Bukankah itu yg namanya proses?
_Langkah
kedua_, mencari referensi yg terkait dgn dunia kepenulisan yang sedang kita
geluti. Mengapa? Karena fiksi yg mayoritas
dikuasai dengan imajinasi, dibutuhkan referensi-referensi yang kuat.
Misalnya, kamu ingin menulis tentang sejarah. Meskipun fiksi hal-hal yang
terkait dengan sejarah yang ingin kita angkat harus kita ketahui, jangan
menebak apalagi menduga-duga. Misalnya, _"Hari proklamasi itu jatuh pada
hari apa ya jumat atau Ahad"?_ Kalau masih nekat juga menulisnya siap-siap
ditertawakan oleh pembaca.
*Jadi,
jangan pernah takut untuk melangkah. Orang besar ialah orang yang melangkah
kecil berpikir besar tetapi tetap istiqomah konsisten dan tekun. Sedangkan
orang kecil ialah orang yang melangkah besar berpikir kecil. Dan sebenarnya
orang yang benar-benar gagal ialah orang yang tidak berani untuk melangkah.
Sekali lagi saya tekankan, tidak ada penulis yang gagal, Yang ada hanyalah
penulis yang kurang bertanggung jawab terhadap Apa yang sedang ia tulis. Oleh
karena itu tanggung jawablah terhadap apa yang kamu tulis akhiri dan selesaikan
dgn penuh rasa bangga.*
*_TUGAS
PRAKTEK_*
(Hampir
kelupaan😂😅)
'JADI PENULIS YANG BEDA' ITU SEPERTI APA SIH?'
*Penulis
yang baik selalu datang dengan sudut pandang yang berbeda. Penulis yang beda,
adalah ia yang datang dengan sudut pandang spesial.
Ok sahabat
Hangka semua. Berbicara tentang penulis yang beda nih. Kita langsung coba
praktek😁
Ketika kita
mendengar kata HITAM, apa yang terbesit dalam benak kita?
Nah, orang
yang datang dengan sudut pandang spesial, dia akan datang dengan suatu hal yang
tidak dipikirkan oleh orang lain.
Jika orang
yang berpikiran biasa, ia akan berpikir hitam itu gelap, hitam itu warna, hitam
itu bukan putih, hitam itu kesedihan, hitam itu tidak terlihat dan lain
sebagainya. Tapi berbeda dengan penulis yang punya sudut pandang beda nan
spesial.
*"Hitam
selalu datang terlambat. Hitam selalu berjalan dengan pelan dan lambat. Entah apa
yang terjadi dalam hidupnya tak ada yang mengerti. Ke mana-mana hitam selalu
dicampakkan, ke sekolah lambat, ke kantin lambat, ke KUA lambat, ke pelaminan
lambat ke mana-mana hitam selalu lambat dan terlambat. Hingga akhirnya
teman-temannya yang lain merasa muak dengan tingkah hitam yang seperti itu.
Mereka memutuskan untuk mengkarantina si hitam dan mengisolasinya. Bahkan
mereka berpikir untuk melakukan LOCK DOWN terhadap si hitam. Hitam tidak boleh
ke mana-mana sejak saat itu. Maka berlakulah #dirumahaja bagi si hitam untuk
selamanya. Itulah asal usul kenapa pelangi, tak pernah ada warna HITAM."*
Ada yang
terpikir sampai sana?
Itulah
contoh sederhana yang kita sebut 'sudut pandang yang berbeda'. Keluar dari
pemikiran biasa. Mencari sesuatu yg bahkan tidak pernah dipikirkan oleh orang
lain.
Nah, ada
tugas nih dari kaka buat semuanya. Tugasnya simple dan ngga ribet, ruweh,
susah, kaya tugas dari dosen kalian yang semakin hari makin menumpuk🤭efek kuliah online Hehehe Peace
*Ok,
tugasnya seperti ini*
Buatlah
sebuah narasi sebanyak 3 paragraf saja (boleh lebih) dengan sudut pandang
berbeda atau unik yang mengandung tiga unsur di dalamnya
*COVID - 19
*Social
Distancing
*Semua Ada
Saatnya
Semua Ada Hikmahnya
So than,
kalian boleh memasukkan tiga unsur di atas dalam sebuah dialog antar tokoh,
atau deskripsi keadaan yang menggambarkan hal di atas, atau dalam bentuk surat
dan lain sebagainya.
Lalu, tugas
ini jangan lupa dikumpulkan, ngumpulinnya gimana, Ka?
Kalian
mengumpulkannya di IG story kalian masing-masing atau feed kalian
masing-masing, terserah kalian bagaimana😁
Jangan lupa,
beri # (hastag)
#Hangka
#Indonesia
Hebat
#dirumahaja
#Asketikkata
Jangan lupa follow dan tag kaka juga yah
@muhammadkamalihsan_
SG terbaik, Insya Allah kaka kirim novel pertama kaka 5
Titik 1 Koma dan 1/4 sebagai door prizenya😁
*DEAD LINENYA 3 HARI
DARI SEKARANG YA* 🔥🔥🔥🔥



Komentar
Posting Komentar