TIPS MENULIS , MUHAMMAD KAMAL IHSAN ( HANGKA )


TIPS MENULIS

Kajian Kepenulisan
"How to be Productive with Writing"
Diselenggarakan oleh Amman Palestine Jakarta
4 April 2020
Muhammad Kamal Ihsan ( HANGKA )

😊😊
First

Untuk mengawali malam ini, selalu kaka ingin mengajak semuanya untuk sama-sama mengatakan pada diri kita masing-masing.

Katakan, pada diri sendiri; penulis yang baik adalah ia yang berani memulai kemudian berani mengakhiri. Tidak pernah ada penulis yang gagal kok, yang ada hanya penulis yg kurang bertanggung jawab terhadap dirinya dan tulisannya sendiri. Maka dari malam ini kita punya tekad, terhadap apa yang kita tulis, akan kita tuntaskan, akan kita selesaikan.

Berani?

Pernah ngga, mulai nulis; tiba2 kepikiran,
"Ini bagus ngga ya,"
"Ini pas ngga alurnya,"
"Ini nyambungg ngga sih, ah sudahlah! Berhenti aja."

Hal kaya gini lumrah banget ada pada penulis.

Hampir semua penulis malahan merasakan ini. Tapi ada yang membedakannya kok, antara ia yang gagal dalam tulisannya dan ia yang berhasil dalam tulisannya. Ia yang berhasil terkdang menang dlam bersikap dan menyikapi, ia yang gagal cenderung salah menisbahkan motivasi. Penulis yang berhasil adalah penulis yang berhasil mengakhiri apa yang telah ia mulai, sejelek apapun itu, serancu apapun itu. Selama tulisan itu bisa kita akhiri, kita telah berhasil. Berhasil untuk mulai mengeja hikmah dan evaluasi untuk jadi lebih baik lagi kedepannya.

Lalu apa aja yang perlu kita lakukan?
___
Sering banget muncul pertanyaan;

Apa yang harus dimiliki agar kita sanggup menulis?

Pertanyaan ini
sebenarnya tidak mudah dijawab. Sebagian orang mengatakan bahwa kemampuan
seseorang dalam menulis sangat dipengaruhi oleh mood. Kalau lagi mood maka
seseorang akan dengan mudah menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Jika
tidak mood maka kita akan kesulitan dalam menulis. tidak mood maka kita akan kesulitan dalam menulis.

Benarkah demikian? Jangan terlalu terkurung oleh mood. Saya teringat
kata-kata Mohammad Fauzil Adhim dalam bukunya Inspiring Words for Writers.
“Banyak orang menunggu mood untuk menulis. Sementara bagi sebagian lainnya,
mood untuk menulis muncul karena keinginan untuk menyampaikan ilmu dan
kebenaran”. Artinya, seorang penulis semestinya tidak tergantung oleh
mood ketika menulis. Kalau bukan mood yang menggerakkan seorang penulis maka
keinginanlah yang sebenarnya menggerakkan.

kamu ingin membangkitkan keinginanmu maka bangkitkan pula
komitmenmu.

*Komitmen* pada apa? Komitmen pada kebenaran terhadap
gagasanmu. Mulailah membuka mata terhadap lingkungan. Ada banyak
permasalahan dan fenomena di sekeliling kita yang akan memantik ide dan
gagasan. Misalnya fenomena COVID-19 yang saat ini sedang melanda dunia. Begitu kita memiliki komitmen terhadap permasalahan, ide kita akan
mengalir deras. Komitmen itu akan melahirkan kepeduliaan dan rasa saling berbagi terhadap sesama. Itu yang biasa saya sebut 'ketuk hati terdalam, lalu lihat sedalam apa semesta akan mengetuk rasa peduli kita terhadap semesta'.

Selama kalian tahu, ada banyak banget hal di sekeliling kita yang bisa jadi sumber inspirasi, tapi berhubung kitanya cuek dan terlalu apatis, makanya kelewat gitu aja idenya.

Sebelum menulis, hal yang menurut kk paling penting kita miliki lagi adalah motivasi.

Motivasi dan visi  memang mendapat perhatian sangat besar. Jika kamu orang yang memiliki motivasi sangat tinggi, tidak
ada yang tidak mungkin untuk kamu pelajari, tidak ada yang tidak mungkin untuk
kamu kuasai.
Jika kita penuh motivasi maka kita akan cenderung memiliki percaya diri
dan efikasi diri tinggi. Apakah efikasi diri itu? Secara sederhana, efikasi diri
merujuk pada keadaan ketika seseorang memiliki keyakinan yang sangat kuat
untuk dapat menguasai sesuatu dengan baik melalui proses belajar, meskipun saat
ini ia belum menguasai. “Jika saya belajar dengan sungguh-sungguh untuk dapat
menulis, insya Allah, saya akan dapat menguasainya dengan baik.”
Inilah keyakinan yang apabila ada pada diri kita akan membuat kita sangat
bergairah mempelajari segala sesuatu yang menarik perhatian, termasuk menulis.

Maka sebelum kita lebih jauh belajr hari ini, sama-sama kita tanyakan,

Mood atau keinginan!?
Komitmen atau tuntutan?
Pelarian atau kesenangan?
Setelah kita mulai serius untuk benar-benar menulis secara profesional.

Maka ingat!

Menulis bukan sekedar bermain kata-kata. Menulis merupakan proses
untuk menuangkan gagasan dan gagasan lahir dari pengetahuan.
Sesungguhnya pengetahuan melahirkan keteraturan berbahasa, sedangkan
kuatnya tujuan dan komitmen membangkitkan ketajaman kata. Jadi, agar tulisan kita mengalir, kita perlu memperkaya pengetahuan.
Jika kita tidak memiliki pengetahuan lalu apa yang akan dituliskan? Kita
perhatikan tulisan mahasiswa fakultas ekonomi berikut ini.


_Pemerintah menghadapi masalah dalam pemilu tahun ini. Banyak kader
partai politik menyalahi aturan kampanye, terutama partai-partai besar. Mereka
menganggap dirinya berkuasa sehingga menimbulkan banyak kerusuhan.
Sementara itu uang-uang palsu mulai beredar di pasaran. Banyak pedagang kecil
di pasar menerima uang palsu sebagai alat tukar pembelian. Mereka kebanyakan
orang-orang polos dan sulit membedakan uang kertas asli dan yang palsu._

Ambigu bukan?

Pembaca akan kesusahan untuk menangkap isi tulisan di atas. Tidak jelas
apa yang sebenarnya akan disampaikan. Kenapa bisa terjadi? Kurangnya
pengetahuan membuat ide kita kurang mengalir dan cenderung berbelit-belit.
Masih ingat apa yang diajarkan guru kita ketika pelajaran menulis. Kebanyakan
guru-guru menulis menyodorkan sejumlah tema klise; berkunjung ke rumah
nenek, bertamasya ke kebun binatang, dan sebagainya. Apa yang terjadi pada
siswa yang tinggak serumah dengen neneknya? Apa yang terjadi pada siswa yang
tidak tidak pernah bertamasya ke kebun binatang? Tentu mereka akan kesulitan
untuk menuliskan tema-tema di atas. Kenapa? Mereka tidak memiliki
pengetahuan tentang tema-tema tersebut.

So than,
Apa yang harus dipelajari. Pertama, ilmu-ilmu yang terkait dengan bidang
yang akan ditulis. Ilmu-ilmu tersebut dapat diperoleh melalui membaca. Oleh
karena itu, setiap penulis haruslah pembaca yang hebat. Kedua, ilmu-ilmu tentang
menulis. Kalau ingin tulisan kita terdiri dari kalimat-kalimat yang kuat maka kita
perlu belajar cara menyusun kalimat yang baik. Agar tulisan kita tersusun secara
sederhana dan berbobot maka kita perlu belajar logika bahasa.
______

Jadi satu2 nya cara untuk menambah pengetahuan adalah dengan membaca atau secara langsung terjun menyentuh pengalaman tersebut.

Jadi kita sama-sama nanya nih, kita pengen jadi penulis yang bagus, udah jadi pembaca yang bagus belum?
📖

*Membaca dan menulis* merupakan 'sahabat' dekat yg tidak bisa dilepaskan. Keduanya harus berjalan seiringan, tidak satu persatu. Artinya,  hanya membaca tetapi tidak mau menulis, atau menulis terus tetapi tidak mau membaca, maka tidak elok kelihatannya. Jika seseorang hanya menulis, tetapi tidak mau membaca, yakinlah tulisannya hanya semacam pesan kosong atau sebuah igauan di tengah hari bolong. Jadi, jika kita simpulkan, bahwa orang yang ingin menjadi penulis hebat, harus pula menjadi pembaca yang hebat, dan begitu sebaliknya. Keduanya saling berkesinambungan dan bisa dipisahkan.

Sampai sini, apa yang kaka sampaikan bisa diterima dengan baik?



KUPAS HABIS PROSES PENULISAN BUKU BERSAMA HANGKA

Sering banget ditanya tentang bagaimana sih proses pembuatan buku dari awal hingga akhir, dari sekedar ide-ide numpang lewat hingga bersandar rapi di rak-rak gramedia seluruh Indonesia. Dari gagasan-gagasan gila hingga menjadi inspirasi bagi banyak orang.

_Jadi, saya mencoba kembali melihat ke belakang, apa sih yang saya kerjakan dalam proses pembuatan buku pertama saya yang selesai dalam waktu 1 bulan dan novel kedua saya yang selesai dalam waktu tiga minggu. Ternyata prosesnya tidaklah serumit apa yang selama ini saya bayangkan😊😊._

Terkhusus untuk 5 Titik 1 Koma, buku ini dalam proses pembuatannya,  penulis punya kekuatan nan ajaib yang menjadikan jari jemari seakan menari dengan mudahnya di atas altar keyboard. Ya, waktu itu buku ini adalah karya yang kaka sediakan sebagai kado ulang tahun untuk ibu tercinta. Itu yang menjadi kekuatan terbesar kenapa novel 291 halaman ini bisa selesai dalam kurun waktu 33 hari, terhitung pda tanggal 19 Februari 2018 pertama kami memulai, dan selesai pda tanggal 23 Maret, satu minggu sebelum ulang tahun ibu saya pada tanggal 1 April.
😁😁

Dan kekuatan itu sunggu nyata adanya. Saya begitu meyakini bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada kekuatan cinta yang kita berikan tulus kepada orang yang kita kasihi.

 Jadi sebelum mulai nulis, tetapkan terlebih dahulu, siapa yang ingin kalian buat tersenyum bahagia melalui tulisan yang tulus kalian persembahkan?

.
.
*Ok, kita masuk ke step-stepnya ya, step2 ini kaka dapat dari pengalaman, ikut-ikut seminar, dan ikut diskusi dengan penulis-penulis lain yang sudah lebih berpengalaman*


LANGKAH PERTAMA

adalah Cari dan temukan idemu😁  dan jadilah _*PENCARI SEJATI*_

Dalam artian seperti ini, hal pertama yang harus kita selesaikan sebelum membuat karya adalah selesai dengan ide, konsep, dan gagasan itu sendiri. Apa yang ingin kita sampaikan kepada orang lain? Apa yang ingin kita tinggalkan di hati pembaca sebagai kesan bagi mereka? *Apa manfaatnya bagi kita (AMBAK) dan apa manfaatnya bagi orang di sekitar kita?* Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk ditanyakan pada diri kita sendiri.

Kemudian, ide itu bisa kita dapatkan dari mana saja, dari siapa saja, dan bagaimana pun bentuknya. Ia tidak perlu baru, kita bisa memodifikasi dengan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) karya-karya yang sudah ada, lalu kita kemas dengan bentuk yang berbeda dan lebih spesial. Ingat meniru boleh asal jangan PLAGIAT

Dari mana dapat ide?
1. Dari baca buku, koran, komik
2. Baca artikel, opini, karya ilmiah
3. Nonton film, youtube, atau televisi
4. Ngobrol dengan keluarga,  teman
5. Status - status di medsos
6. Peristiwa dan fenomena di sekitar kita
7. Kitab Suci (Al-Quran, injil dll)
8. Pepatah, peribahasa, syair lama
9. Pengajian, tausyiah, ceramah agama
10. Dan sebagainya.

Apapun yang ada di sekitar kita, jangan biarkan lewat begitu saja. Bawalah selalu catatan, agar kita bisa mencatatnya. Saat ada waktu, bisa ditulis dengan serius.

Idenya macam-macam; motivasi, pendidikan, remaja, romantika, bakti kepada orang tua, kerja keras, kesabaran, dan sebagainya.

_Maka hal pertama yang harus dilakukan adalah, temukan idemu._
📋

LANGKAH KEDUA

Tentukan *_FASHION_* kita

Tentukan mau menulis tulisan jenis apa? Jenis Fiksi atau non-fiksi?

Karena pada prosesnya, pendekatan dua buah jenis karya tulis ini jauh berbeda lo🤭 proses pembuatannya pun juga jauh berbeda menurut kaka, mulai dari pembuata draf dan outlinenya, hingga hal-hal mendasar lainnya juga tentu berbeda.


Kalau _Fiksi_, tulisan berbentuk cerita, ada narasi, tokoh, alur cerita, konflik, kisah hidup. Bisa berbentuk cerita pendek, novel, puisi, komik.

Kalau maunya fiksi, saran kaka lebih baik konsentrasi dalam bentuk novel. Karena yang diminati penerbit dan pembaca adalah novel.


Sedangkan _NON FIKSI_ bentuknya lebih banyak pemikiran, karya-karya ilmiah,  bukan berbentuk karangan atau cerita.

LANGKAH KETIGA

MENCIPTAKAN *OUTLINE*
(Daftar Isi) sebaik dan senyaman mungkin, atau biasa kaka sebut PEMETAANnya harus matang.

Kalau seandainya kita menulis tanpa ada plan atau rencana di awal, kaka yakin di pertengahan jalan kita akan stagnan atau mengalami writing block. Kita akan kebingungan untuk meneruskan atau mengakhiri apa yang kita tulis.

Tulisan tanpa outline, akan menjadikan kita seperi mayat hidup yang ngga tau mau kemana.

Jadi, sahabat Hangka semua. Buatlah daftar isi, tidak harus sempurna, namun setidaknya memberikan gambaran besar isi buku kita. Sekali lagi, dengan adanya daftar isi, akan memudahkan kita dalam menuliskan isi buku.

Daftar isi yang paling dasar adalah 5W dan 1H. What (apa), Why (mengapa), Where (di mana) who (siapa aktornya), dan When (di mana), ditambah 1H, yaitu How (Bagaimana).

Biasanya, kalau untuk tulisan non fiksi, yang paling penting adalah What, Why, dan How.

Misalnya kita ingin menulis tema tentang "COVID-19". Kita mulai dari What.

*WHAT*
1. Apa itu kerja COVID-19?
2. Dari mana datangya?
3. Dalam kondisi apa mudah terserang COVID-19?

*WHY*
1. Mengapa COVID 19 berbahaya?
2. Mengapa COVID 19 penularannya begitu cepaf?
3. Mengapa belum ada penawar untuk virus ini?

*HOW*
1. Bagaimana COVID 19 mampu melumpuhkan dunia?
2. Bagaimana respon, sikap, dan tindakan para medis, pemerintah, dan masyarakat terhadap COVID 19?

Dan sebagainya.

Itu daftar isi untuk tulisan non fiksi.
____

Nah, kalau untuk FIKSI beda lagi🤭😁

Menulis novel itu sedikit berbeda dengan menulis puisi, cerpen, atau yang lainnya.

Penulis novel itu mata hati, mata rasa, dan mata cakrawala ilmunya dituntut untuk jauh lebih tajam dan dalam.

Orang yang menulis novel hatinya harus lebih halus dan fleksible dalam meraskan segala bentuk perasaan. Rasa dan instingya harus lebih peka dalam menokohkan penokohan kepada karakter yang dihidupkannya. Dan juga tentu cakrawala pengetahuannya lebih luas, karena penulis novel akan menjalani sebuah skenario perjalanan yang terkadang ia sendiri tak tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita yang digoreskannya.

Sebelum kita masuk dalam pembhasan lebih jauh.

Coba coretkan dalam Lima menit saja sebuah deskripsi tentang sebuah keadaan.

Keadaannya seperti ini.

Ruangan.

Penculikan.

Takut

Kemampuan dan nalar kita dalam menggali segala unsur cerita bisa tergambar di sini.

*Silahkan mulai*
______
Entah disebut apa tempat itu. Ruangan itu hanya sepetak. Jendela dan ventilasinya tertutup rapat. Pengap, bau, dan gelap. Barang-barang berantakan, berhamburan seperti kapal pecah. Lampu redup di tengah ruangan itu sengaja dinyalakan. Memantulkan bayangan dua orang lelaki yang terduduk lemas. Tubuh mereka lebih mirip kayu lapuk, pasrah, benar-benar tidak berdaya. Dua tangan mereka terikat, mulutnya tersumbat sobekan kain lap yang berdebu. Di depan mereka, seorang lelaki tegap memikul senapan type  A-40 sembari menodongkan senapannya ke arah dua orang lelaki yang disanderanya. Dua orang yang terikat itu berusaha memberontak, melawan dengan sekuat tenaga. Namun setelah perlawanan sia-sia itu, satu pukulan dengan gagang senjata bersarang tepat dipelipis salah satu dari tawanan

Dari sebuah pintu reyot, masuk lah seorang lelaki lain dengan perawakan tubuh tidak terlalu tinggi masuk. Mukanya berbeda dengan lelaki Mesir tadi. Tampaknya laki-laki barusan bukan keturunan Mesir. Guratan wajahnya lebih mirip seperti dua tawanan tersebut.
_____

Ini contoh narasi pembuka😁, lalu gimana bikin outline fiksi, Ka?
Bagaimana Daftar Isi untuk tulisan fiksi?

Pertama, kita ciptakan tokohnya siapa saja dan bagaimana sifat mereka. TOKOH dan PENOKOHAN

1. Si A
2. Si B
3. Si C
4. Si D
5. Si E

Dan seterusnya. Ini penting banget, karena alur, konflik, setting cerita akan ditentukan dari tokoh-tokoh ini.

Ceritakan setiap tokoh dengan sifatnya yang mendetail. Usahakan semua tokoh mempunyai keunikan, kalau bisa dengan sifat yang berbeda. Dengan demikian, konfliknya akan mudah diciptakan.

Kedua, buat narasi sebaik mungkin yang akan menggiring dan mengawali cerita, lalu TENTUKAN KONFLIK apa yang ingin kita ciptakan di dalamnya.

1. Pengenalan tokoh
2. Penggiring Konflik
3. Konflik 1
4. Konflik 2
5. .....
6.....
7....
8....
9....
10. Puncak konflik
11. Penyelesaian konflik
12. Akhir dari konflik

Kalau di fiksi, gambar besarnya cuma ada di dua bagian besar ini.


Bagaimana Menjabarkan ide Menjadi Daftar Isi?

Banyak caranya.

1. Bisa langsung membuat daftar isinya. Kalau sudah terbiasa, akan menjadi mudah membuat gambar besar buku.

2. Dengan bantuan peta pikiran (mindmap). Peta pikiran adalah gambar besar bagaimana sebuah tulisan akan dibuat.


Cara membuat mind map.

1. Tulis tema atau judul di tengah kertas kosong. Buat lingkaran.

2. Buatlah cabang-cabang dari tema tersebut. Cabang-cabang ini merupakan penjabaran dari 5W dan 1H seperti penjelasan di atas.

3. Jika ada penjelasan, buatlah penjelasan dari cabang-cabang itu dalam bentuk poin-poin kecil.

Ini contoh mindmap. Anda silakan buat mindmap dari tema yang sudah ditentukan. Tidak harus sekarang. Saya tunggu sampai besok, silakan dishare di sini kalau memang mau belajar menulis buku.

Yang dibuat:
1. Mindmap
2. Jadikan poin-poin dalam mindmap itu sebagai daftar is

(Oh iya, materi dan ilmu ini kaka dapat hasil dari ikut kelas menulis bersama pak Akbar Zainudin, doanya selalu buat beliau semoga ilmunya bermanfaat ya)😊🙏

LANGKAH KEEMPAT

Buatlah JADWAL PENULISAN dari setiap bab dalam daftar isi. INI PENTING! PENTING! PENTING

Kalau dalam daftar isi ada 30 Bab, setiap BAB dibuatkan jadwal kapan akan dituliskan.

Misalnya setiap BAB kita targetkan untuk selesai dalam 1 Minggu. Maka, lihatlah kalender, setiap artikel kita jadwalkan penulisannya sesuai dengan jadwal sesungguhnya di kalender.

Contoh:

1. BAB 1: 1-7 Januari
2. BAB 2: 8-15 Januari
3. BAB 3: 16-23 Januari
4. BAB 4: 24-30 Januari
5. BAB 5: 1-7 Februari
6. BAB 6: 8-15 Februari
7.
8.
9.
10.
11. Dan seterusnya.

Begitu seterusnya sampai selesai seluruh BAB. Adanya jadwal inilah yang sekaligus menjadi target kapan penulisan buku akan selesai.


*Jadwal inilah kunci kesuksesan penulisan buku*.

Banyak orang hanya punya impian, tetapi tidak mewujudkannya dalam action nyata. Membuat jadwal adalah awal yang sangat bagus.





LANGKAH KELIMA

 CARI MENTOR , PEMBIMBING yang cocok dengan kita, lalu dengan arahan dari MENTOR  mulailah menulis sesuai jadwal. Mentor yang dipilih adalah mentor yang lebih berpengalaman dalam dunia tulis menulis daripada kita lo ya.

Kenapa harus punya mentor?
Kaka ibaratkan seperti ini, pernah naik gunung? Semisalkan gunung2 tinggi seperti gunung Rinjani?

Apa ada yang mendaki ke sana sendirian ? Ada. Selamat sampai kembali? Jarang. Jika kita ibaratkan mendaki gunung, mentor kita inilah yang akan menunjukkan kita, ke mana kita harus melangkah. Agar kita tidak salah arah.
Upayakan agar apa yang kita kerjakan sesuai dengan jadwal yang sudah kita buat. Ingat, buat hukuman2 kalau kita melanggar.

1. Menulis sesuai target. Kalau satu artikel meleset atau mundur jadwalnya, harus ditutupi dengan lebih cepat menyelesaikan jadwal berikutnya. Sehingga jadwal awal tetap terjaga.
2. Jangan menunggu satu artikel sampai sempurna. Tulisan awal adalah draft. Jadi revisinya nanti kalau semua artikel sudah selesai. Kalau terpaku satu artikel harus sempurna, tidak akan pernah selesai.
3. Kalau ada informasi belum lengkap, teruskan saja. Kasih tanda bahwa nanti harus dilengkapi, misalnya dikasih warna merah ataupun digarisbawah merah.

LANGKAH KEENAM
Revisi Tulisan.
Revisi tulisan dilakukan setelah semua artikel selesai ditulis. Apa saja yang direvisi?

1. Tata Bahasa, ejaan baku, Ejaan Yang Benar. Penulisan tata bahasa harus benar, gunakanlah pedoman penulisan yang benar.

2. Data dan informasi yang kurang. Inilah saatnya melengkapi data-data yang kurang.

3. Keselarasan antara satu paragraf dengan paragraf lain, juga antara satu artikel dengan artikel lain.

4. Gaya bahasa disesuaikan dengan target pembaca. Kalau target pembaca orang tua, menggunakan bahasa orang tua. Kalau target pembaca adalah remaja, gaya bahasanya untuk remaja.


LANGKAH KETUJUH

Serahkan kepada penerbit. Beberapa persyaratan umum dari penerbit, di antaranya:

1. Tulislah naskah buku yang dibutuhkan banyak orang.

2. Naskah sudah harus selesai.

3. Dipriint dan dijilid, dikirimkan via pos atau langsung datang ke penerbit. Sertakan soft file dalam bentuk CD atau Flash Disk.

4. Penerbit akan mengevaluasi sekitar 1-3 bulan apakah naskah diterima atau tidak.

5. Jangan mengirimkan satu naskah kepada lebih dari satu penerbit. Kirim dulu ke satu penerbit, tunggu jawabannya apakah naskah diterima atau ditolak, baru bisa dikirim ke penerbit lain.

6. Kalau naskah diterima, akan dipertemukan dengan editor yang tugasnya mengedit naskah kita.

7. Selesai editing, proses selanjutnya adalah layout dan design.

8. Kalau design sudah disetujui semua, baru masuk proses percetakan.

9. Tahap terakhir adalah distribusi ke toko-toko buku.

10. Penulis mendapatkan royalti 10% dari harga buku. Royalti dibayarkan sesuai buku yang terjual. Biasanya penulis mendapatkan royalti setiap 6 bulan sekali.

LANGKAH KEDELAPAN
bantu dengan mempromosikan buku karya kita.

Beberapa hal bisa dilakukan:

1. Promosi di Media Sosial (FB, IG, Twitter, WA, YouTube)
2. Bedah buku, seminar, dan pelatihan.
3. Membawa buku di setiap kegiatan.
4. Selalu Produktif Menulis.
[4/4, 9:01 PM] Ustad HANGKA Kamal Ihsan: Ok, kita lanjutkan ya💪😊

Nah, kaka sering banget mendengarkan dan dapat aduan, keluhan, curahan dan curhatan yang menakutkan dari kawan-kawan yg mungkin juga dirasakan oleh kawan-kawan di grup ini, "Saya tidak bisa menulis, saya tidak tau bagaimana cara memulainya!"

Kaka berani mengatakan bahwa itu adalah  kebohongan yang teramat besar. Coba dihitung sudah berapa umur kita, dan sudah berapa kali kita menulis? Penulisan seperti menggambar ketika TK, mengerjakan tugas rumah, membuat kerja kelompok, membuat proposal atau tugas dari dosen dan seterusnya. _Nah, apakah kita ngga sadar kalau itu adalah bagian dari menulis?_

*"Beda dong, Ka! Itukan tugas sekolah yang harus dikerjakan, kalau tidak bisa disetrap."* Hal ini hanya pembelaan dari ketakutan yang terkadang menjadi parasit dalam diri kita. Padahal, boleh jadi apa yang selama ini telah kita tuliskan membuat org yang membacanya tercerahkan, menjadi jembatan kesuksesan bagi orang lain, dan membuka pikiran-pikiran yg sempit mnjadi lebih baik. Bisa jadikan?


Maka, kaka ingin katakan, bahwa *menulis itu adalah proses.* Apa yang selama ini kita tulis di TK sampai Perguruan Tinggi adalah proses bagi kita untuk menjadi penulis yang profesional. Apa yang membedakan proses menulis kita selama ini sedari dulu dan proses menulis kita setelah diskusi malam ini adalah ORIENTASI, SISTEM dan METODE. Dari malam ini kita sama-sama menyakini bahwa orientasi kita dalam menulis adalah untuk menyampaikan manfaat dan menebarkan inspirasi bagi orang lain. Sistem yang kita gunakan adalah sistem  menulis terarah dan tuntas. Dan metode yang kita gunakan adalah metode _'proses secara bertahap'_ bukan instan atau simsalabim abra kadabra.

: _"Mau sih menulis, tapi bingung, Ka.  Mau mulai dari mana?"_

Ok, sekarang kita bahas ini secara spesifik dalam kontek kepenulisan Fiksi yang saat ini sedang kaka pelajari. Problem yang sering terjadi di kalangan kita sebagai penulis pemula adalah bingung untuk memulai, benar?

*Maka, selalu kaka bilang bahwa ini adalah permasalahan klasik yang pasti menghinggapi semua penulis.*

Untuk mensiasatinya banyak cara dan formulasi. Langkah pertama, kita terbentur dalam kalimat pembuka seperti layaknya anak kecil bercerita

 "Pada suatu hari..., namaku Budi...." dan lain sebagainya.

Hal tersebut bisa kita kemas dengan cara mendeskripsikan sebuah benda atau kejadian sedetail mungkin. Misalnya alam, kita tulis apapun yang kita lihat, kita rasakan. Hal seperti ini sangat membantu kita dalam memulai sebuah cerita. Contohnya:

_"Gemuruh ombak di pantai menerpa bebatuan, semilir angin menyapanya yang kini berdiri terpaku menatap senja yang mulai berganti warna. Burung-burung berkicau di tengah pohon kelapa, mendayu-dayu begitu syahdu hingga ia tenggelam bersama iramanya."_

Ini contoh sederhana😊🤭

Bisa juga dilatih dengan menggunakan media lain seperti *menulis diary*. Kenapa diary, Ka? Karena dari menulis diary, kita kaan diajarkan untuk menggambarkan perasaan kita sendiri, lalu menuangkannya dalam sebuah tulisan. Diri sendiri adalah objek paling mudah dan paling jujur yang bisa kita temukan untuk belajar menulis. Maka, kaka sangat menganjurkan sekali bagi yang serius ingin jadi penulis, mulailah dari diri sendiri, atau lewat sebuah diary.  Berlatihlah mengungkapkan kesedihan ketika tengah bersedih. Biasakanlah menyapa kebahagiaan dengan diary jika tengah bahagia. Karena dalam menulis cerpen dan novel, kita harus bisa menggambarkan keadaan orang lain. Baik perasaannya, tabiatnya, parasnya, atau pemikirannya. Nah, bagaimana kita bisa menggambarkan orang lain, sedangkan untuk menggambarkan diri sendiri kita belum mampu!?


Maka, sahabat Hangka semua. Untuk menjadi penulis hebat, hanya satu kuncinya : MENULIS SECARA TEKUN. Tanpa menulis secara tekun, ia tdk akan jadi penulis yang hebat. Semakin seseorang berkecimpung dan terus menerus berlatih, maka ia akan merasakan banyak perubahan dalam tulisannya.

Semakin bertambah hari tulisan yang ia tulis akan semakin baik. Dan percayalah, orang tersebut kelak akan menikmati hasil tulisannya dan tercengang sambil mengatakan, _"Kok bisa...?" 😁_

*Menulis dan jadi penulis itu butuh proses, tidak ada yang instan*. Kalaupun ada yg instan itu adalah mie instan. Walaupun mie instan itu instan, tapi juga perlu proses peleburan sebelum dimakan. Ia harus dimasak dulu, ditunggu, dibumbui, lalu baru dimakan. Bukankah itu yg namanya proses?

_Langkah kedua_, mencari referensi yg terkait dgn dunia kepenulisan yang sedang kita geluti. Mengapa? Karena fiksi yg mayoritas  dikuasai dengan imajinasi, dibutuhkan referensi-referensi yang kuat. Misalnya, kamu ingin menulis tentang sejarah. Meskipun fiksi hal-hal yang terkait dengan sejarah yang ingin kita angkat harus kita ketahui, jangan menebak apalagi menduga-duga. Misalnya, _"Hari proklamasi itu jatuh pada hari apa ya jumat atau Ahad"?_ Kalau masih nekat juga menulisnya siap-siap ditertawakan oleh pembaca.

*Jadi, jangan pernah takut untuk melangkah. Orang besar ialah orang yang melangkah kecil berpikir besar tetapi tetap istiqomah konsisten dan tekun. Sedangkan orang kecil ialah orang yang melangkah besar berpikir kecil. Dan sebenarnya orang yang benar-benar gagal ialah orang yang tidak berani untuk melangkah. Sekali lagi saya tekankan, tidak ada penulis yang gagal, Yang ada hanyalah penulis yang kurang bertanggung jawab terhadap Apa yang sedang ia tulis. Oleh karena itu tanggung jawablah terhadap apa yang kamu tulis akhiri dan selesaikan dgn penuh rasa bangga.*


*_TUGAS PRAKTEK_*

(Hampir kelupaan😂😅)

 'JADI PENULIS YANG BEDA' ITU SEPERTI APA SIH?'

*Penulis yang baik selalu datang dengan sudut pandang yang berbeda. Penulis yang beda, adalah ia yang datang dengan sudut pandang spesial.

Ok sahabat Hangka semua. Berbicara tentang penulis yang beda nih. Kita langsung coba praktek😁

Ketika kita mendengar kata HITAM, apa yang terbesit dalam benak kita?

Nah, orang yang datang dengan sudut pandang spesial, dia akan datang dengan suatu hal yang tidak dipikirkan oleh orang lain.

Jika orang yang berpikiran biasa, ia akan berpikir hitam itu gelap, hitam itu warna, hitam itu bukan putih, hitam itu kesedihan, hitam itu tidak terlihat dan lain sebagainya. Tapi berbeda dengan penulis yang punya sudut pandang beda nan spesial.

*"Hitam selalu datang terlambat. Hitam selalu berjalan dengan pelan dan lambat. Entah apa yang terjadi dalam hidupnya tak ada yang mengerti. Ke mana-mana hitam selalu dicampakkan, ke sekolah lambat, ke kantin lambat, ke KUA lambat, ke pelaminan lambat ke mana-mana hitam selalu lambat dan terlambat. Hingga akhirnya teman-temannya yang lain merasa muak dengan tingkah hitam yang seperti itu. Mereka memutuskan untuk mengkarantina si hitam dan mengisolasinya. Bahkan mereka berpikir untuk melakukan LOCK DOWN terhadap si hitam. Hitam tidak boleh ke mana-mana sejak saat itu. Maka berlakulah #dirumahaja bagi si hitam untuk selamanya. Itulah asal usul kenapa pelangi, tak pernah ada warna HITAM."*

Ada yang terpikir sampai sana?
Itulah contoh sederhana yang kita sebut 'sudut pandang yang berbeda'. Keluar dari pemikiran biasa. Mencari sesuatu yg bahkan tidak pernah dipikirkan oleh orang lain.

Nah, ada tugas nih dari kaka buat semuanya. Tugasnya simple dan ngga ribet, ruweh, susah, kaya tugas dari dosen kalian yang semakin hari makin menumpuk🤭efek kuliah online Hehehe Peace

*Ok, tugasnya seperti ini*

Buatlah sebuah narasi sebanyak 3 paragraf saja (boleh lebih) dengan sudut pandang berbeda atau unik yang mengandung tiga unsur di dalamnya

*COVID - 19

*Social Distancing

*Semua Ada Saatnya
  Semua Ada Hikmahnya

So than, kalian boleh memasukkan tiga unsur di atas dalam sebuah dialog antar tokoh, atau deskripsi keadaan yang menggambarkan hal di atas, atau dalam bentuk surat dan lain sebagainya.

Lalu, tugas ini jangan lupa dikumpulkan, ngumpulinnya gimana, Ka?

Kalian mengumpulkannya di IG story kalian masing-masing atau feed kalian masing-masing, terserah kalian bagaimana😁

Jangan lupa, beri # (hastag)

#Hangka
#Indonesia Hebat
#dirumahaja
#Asketikkata

Jangan lupa follow dan tag kaka juga yah @muhammadkamalihsan_

SG terbaik, Insya Allah kaka kirim novel pertama kaka 5 Titik 1 Koma dan 1/4 sebagai door prizenya😁

 *DEAD LINENYA 3 HARI DARI SEKARANG YA* 🔥🔥🔥🔥

Komentar

Postingan Populer